Mahyeldi Tawarkan Peluang Investasi Rafinery dan Energi Terbarukan, Ini Respon Dubes Arab Saudi

Al Imran | Kamis, 24-11-2022 | 07:57 WIB | 82 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Mahyeldi Tawarkan Peluang Investasi Rafinery dan Energi Terbarukan, Ini Respon Dubes Arab Saudi<p>

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi audiensi dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Esaam Bin Abed Al Taqafi dan jajaran kedutaan di Jakarta, Selasa. (humas)

JAKARTA (22/11/2022) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menawarkan provinsi kembar (sister province-red) dengan Al Madinah, Kerajaan Arab Saudi saat audiensi dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Esaam Bin Abed Al Taqafi dan jajaran kedutaan di Jakarta, Selasa.

Selain itu, Mahyeldi juga menawarkan peluang investasi di Sumatera Barat. Di antaranya, di bidang energi terbarukan, perikanan, pariwisata dan pendidikan tinggi.

"Investasi yang sudah siap saat ini adalah pembangunan rafinery serta energi terbarukan. Sumbar siap menerima investasi dari luar dan siap bersinergi. Berharap komitmen dan sambutan baik dari Kedubes Kerajaan Saudi Arabia bisa diwujudkan tahun 2023 nanti," kata Mahyeldi dalam pertemuan itu.


Sumbar Mitra Potensial

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Essam menyebut, kedua daerah sama-sama memiliki kultural agamais dan masyarakat yang terbuka.

Kemudian, banyak ulama ulama besar Minangkabau yang bermukim dan menjadi warga Arab Saudi, hingga ke anak cucunya hingga sekarang.

Ditambahkan Syekh Essam, Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang berpotensi untuk dilirik sebagai mitra kerja sama potensial.

"Selama ini, Pemerintah Arab Saudi baru melakukan kerja sama investasi dengan pemerintah Indonesia dan daerah di sekitar Jakarta saja. Sudah waktunya mungkin untuk mulai melirik daerah lain," terangnya.

"Atas kegigihan dan keterbukaan Gubernur Sumatera Barat terhadap peluang investasi, Pemerintah Arab Saudi akan mencoba memulainya di Sumatera Barat," tambah Dubes Essam yang sudah pernah berkunjung ke Sumbar ini.

Disampaikan Dubes Essam, saat ini dunia usaha Arab Saudi, sedang menggandrungi bisnis di sektor pertanian dan peternakan.

Sumatera Barat juga sangat layak untuk dijadikan lokasi pembangunan rafinery (Unit Pengolahan Minyak Bumi), karena dekat dengan jalur pelayaran mereka.

Untuk menindaklanjuti peluang ini, Kedutaan Arab Saudi mengundang Pemprov Sumbar untuk ikut serta dalam business meeting yang akan digelar di Riyadh, Februari 2023 nanti.

Tak Perlu Banyak

Terkait Bussines Meeting yang akan digelar di Riyadh, Februari 2023 mendatang, Kabiro Pemerintahan dan Otda, Doni Rahmat Samulo mengatakan, dalam ajang tersebut Mahyeldi akan menyampaikan peluang-peluang investasi di Sumbar yang bisa diinventarisir oleh pengusaha Arab Saudi

"Sekaligus mematangkan rencana kerjasama yang sudah ada seperti rafinery dan energi terbarukan yang sudah ada pengusahanya. Tinggal pemantapan. Sesuai harapan gubernur, diawal ini investasi tidak perlu banyak, cukup satu atau dua, nanti yang lain akan ikut menyusul," jelas Doni. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar