Perawat dan Dokter Spesialis Saling Lapor ke Polres Pasaman Barat, Ini Pemicunya

Al Imran | Kamis, 24-11-2022 | 16:51 WIB | 269 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Perawat dan Dokter Spesialis Saling Lapor ke Polres Pasaman Barat, Ini Pemicunya<p>

Perawat pembantu di sebuah rumah sakit di Pasaman Barat, Syunika Rahman (37) memperlihatkan laporan polisi dengan tuduhan Pasal 352 KUHPidana, Kamis siang. (robbi irwan)

PASAMAN BARAT (24/11/2022) - Seorang dokter spesialis bedah di salah satu rumah sakit di Pasaman Barat, FBP dikadukan perawat pembantu di rumah sakit itu, Syunika Rahman (37) ke Polres Pasaman Barat. Pemicunya, cek-cok di antara mereka berdua pada Rabu malam.

"Saya tidak terima dengan perlakuannya. Saya melaporkan kejadian pada Rabu malam itu ke Polres Pasaman Barat dengan Nomor: LP/B/288/XI/2022/SPKT/Polres Pasaman Barat/Polda Sumbar," ungkap Syunika Rahman di Simpang Empat, Kamis.

Dalam laporan polisi itu terlihat, terlapor disebutkan melakukan dugaan pelanggaran Pasal 352 KUH Pidana.


Menurutnya akibat perlakuan dokter spesialis itu mengakibatkan kulit di bawah hidungnya mengalami luka dan telah dilakukan visum di Rumah Islam Ibnu Sina.

Dijelaskan korban, kejadian itu berawal pada Rabu (23/11/2022) malam ketika operasi bedah mau dilaksanakan.

Saat itu ada yang minta sarung tangan atau handscoon karena operasi mau dimulai. Mendengar ada permintaan itu maka dirinya pergi menuju ruangan operasi mengantarkan apa yang diminta.

Ketika sudah membuka pintu ruangan operasi tiba-tiba dokter spesialis itu menghardiknya dan disuruh keluar.

"Saya terkejut karena tiba-tiba dihardik padahal mengantarkan kelengkapan operasi yang diminta karena selama ini biasa saja karena sudah tugas saya," katanya.

Lalu mendengat ia dihardik maka dijawabnya agar bicara itu secara baik-baik saja.

"Mendengar jawaban itu saya semakin dihardiknya dan dibentak-bentak. Terjadilah pertengkaran saling jawab kata," ungkap dia.

Kemudian, tiba-tiba dokter itu langsung menyerang dengan memegang krah baju sambari didorong kekiri, kanan sampai kedinding.

"Kuatnya serangan itu maka tangannya mengenai hidung saya dan membuat kulit di bawah hidung mengalami luka. Beruntung saat itu ada yang datang melerainya," katanya.

Akibat perlakuan dokter itu, maka dia membulatkan tekat membuat laporan ke Polres Pasaman Barat agar diproses sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

"Jangan mentang-mentang dia dokter spesialis, bisa sewenang-wenang kepada kita yang kecil ini. Seharusnya mereka menjadi contohlah bagi kami," katanya.

Ia berharap, pihak kepolisian agar memproses perkara ini sesuai aturan yang ada. Sehingga, memberi pelajaran bagi dokter lain agar tidak semena-mena terhadap bawahan dan masyarakat.

Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat, AKBP M Aries Purwanto melalui Kepala Satuan Reskrim AKP Fahrel Haris membenarkan adanya laporan itu.

"Memang ada laporan polisi dari perawat sebuah rumah sakit terhadap seorang dokter spesialis. Namun, dokter itu juga membuat pengaduan," katanya.

Pihaknya akan mendalami persoalan ini terlebih dulu sambil memanggil pihak-pihak terkait nantinya.

Sementara itu, dokter spesialis FBP saat dikonfirmasi tidak menjawab dan pesan singkatpun tidak membalas.

Berikut Bunyi Pasal 352 KUH Pidana,

(1) Selain dari pada apa yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang tidak menjadikan sakit atau halangan untuk melakukan jabatan atau pekerjaan sebagai penganiayaan ringan, dihukum penjara selama-lamanya tiga bulan atau dengan sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,--. Hukuman ini boleh ditambah dengan sepertiganya, bila, kejahatan itu dilakukan terhadap orang yang bekerja padanya atau yang ada dibawah perintahnya.

(2) Percobaan melakukan kejahatan ini tidak dapat dihukum (K.U.H.P. 37, 53, 70 bis, 184). (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar