Bupati Mentawai Tandatangani MoU dengan BP2MI

Al Imran | Kamis, 13-04-2023 | 14:20 WIB | 137 klik | Kab. Mentawai
<p>Bupati Mentawai Tandatangani MoU dengan BP2MI<p>

Bupati Mentawai, Martinus Dahlan bersama Kepala BP2MI, Benny Rhamdani jelang penandatanganan nota kesepahaman dalam melindungi pekerja migran di Aula KH Abdurrahman Wahid, Kantor BP2MI, Jakarta Selatan, Kamis. (humas)

JAKARTA (13/4/2023) -- Pemkab Kepulauan Mentawai tanda tangani nota kesepakatan dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Jakarta.

"Nota kesepahaman ini kita tanda tangani dalam rangka kolaborasi dalam melindungi pekerja migran di Mentawai," ungkap Bupati Mentawai, Martinus Dahlan usai penandatanganan kerjasama di Aula KH Abdurrahman Wahid, Kantor BP2MI, Jakarta Selatan, Kamis.

Memorandum of Understanding (MoU) dengan BP2MI ini, juga ditandatangani oleh sejumlah pemerintah daerah dan lembaga pendidikan lainnya.


Sementara, Bupati Karawang, dr Hj Cellica Nurrachadiana yang didaulat memberikan sambutan mewakili Kepala Daerah yang hadir dalam MoU ini mengungkapkan, banyak perubahan telah dilakukan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani selama memimpin lembaga itu.

"Kesepakatan ini merupakan penghargaan kita, sebagai legitimasi kita pada para pekerja migran Indonesia," ungkap Cellica.

"Saya tahu hafal betul ruangan ini, banyak problem penempatan pekerja migran Indonesia yang diselesaikan secara sempurna. Kini, dari sisi data yang terintegrasi, termasuk seperti ruangan. Pemerintah dan kita semua bangga punya pemimpin seperti Pak Benny," tambah Cellica.

Cellica juga menyebutkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam merespon dan menjalankan apa perintah undang-undang. Termasuk atas berbagai upaya yang dilakukan BP2MI untuk kebaikan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menjelaskan, soal peran yang dilakukan pihak Kementerian Pertanian dalam menyiapkan tenaga kerja di sektor pertanian.

Menurut dia, pentingnya sebuah kerja bersama untuk melahirkan PMI yang kompeten.

"Termasuk di Kementerian Pertanian, kami melahirkan atau mencetak calon-calon pekerja migran Indonesia yang handal, profesional. Khususnya mereka yang nanti akan diberangkatkan secara resmi bekerja di negara-negara yang sektor pertaniannya lebih maju," ungkapnya.

"Kami menyadari kerja luar biasa dari BP2MI, melalui MoU salah satunya ini sangat penting. Semoga kita bisa sama-sama melahirkan PMI yang berkompeten, terlebih untuk sektor pertanian," tambah Dedi.

Selain Martinus Dahlan dan Cellica Nurrachadiana, juga hadir Pemko Denpasar yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, I Made Toya.

Selain itu, pendatanganan juga dilakukan dengan Universitas Samudra, hadir langsung Rektor Prof. Dr. Ir. Hamdani.

Selanjutnya, dari Universitas Muhammadiyah Pringsewu, dihadiri Rektor Wanawir AM. Universitas Aisyah Pringsewu, juga dihadiri Rektor, Wisnu Probo Wijayanto.

Lalu, ada juga kampus Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, kemudian Akper Bunda Delima, Akper Dharma.

Selain itu, penandatanganan MoU juga dilakukan dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian serta Bank Syariah Indonesia. (dni)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar