Pelajaran BAM Hadir Kembali di Sekolah, Disdikbud Padang Harapkan Dukungan Perantau

Al Imran | Rabu, 26-04-2023 | 08:52 WIB | 193 klik | Kota Padang
<p>Pelajaran BAM Hadir Kembali di Sekolah, Disdikbud Padang Harapkan Dukungan Perantau<p>

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Padang, Yopi Krislova saat meninjau stand marandang di Festival Muaro Padang, Selasa. (humas)

PADANG (25/4/2023) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Padang, Yopi Krislova akui, manfaatkan momentum Festival Muaro Padang sebagai momentum awal untuk menyampaikan lagi Kurikulum Budaya Alam Minangkabau (BAM).

Festival yang digelar tanggal 24-27 April 2023 ini di sepanjang kawasan Batang Arau ini beragendakan beberapa kearifan lokal Minangkabau.

Seperti Marandang, Malamang, karnaval pakaian adat, selaju sampan dan ekonomi kreatif.


Dipilihnya Batang Arau sebagai lokasi festival, tidak terlepas dari pusat peradaban masyarakat Kota Padang masa lalu. Perniagaan dan budaya terpusat di sini.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini tengah memperjuangkan kurikulum BAM bagi pelajar, langsung meminta dukungan dari para perantau yang pulang ke kampung halaman.

"Kami mengambil moment Festival Muaro Padang ini untuk memberitahu bahwa Pemko Padang tengah berjuang untuk kurikulum BAM kembali hadir di sekolah ke perantau," terang Yopi.

"Dalam waktu dekat bakal Rapat dengan DPRD Kota Padang," tambah Yopi Selasa, saat mengunjungi stand peserta Marandang dalam Festival Batang Arau.

Dalam festival Muaro Padang ini, Disdikbud sengaja melibatkan para siswa SMP, SMA/SMK sebagai peserta marandang yang dipandu oleh guru masing-masing sekolah.

Kemudian para siswa juga memakai baju adat Minangkabau.

"Dari agenda Marandang ini, kita bisa melihat siswa sudah diajarkan dan dibiasakan untuk melekatkan kembali kearifan lokal (Minangkabau) dalam kehidupan mereka," kata Yopi.

Disdikbud juga melibatkan 32 sekolah untuk meramaikan acara. Selain sebagai peserta, para siswa juga diberikan edukasi tentang nilai-nilai budaya Minangkabau dan sejarah Kota Padang.

Yopi berharap, para perantau dan masyarakat Kota Padang bisa mendukung rencana Dikbud Kota Padang untuk menghadirkan kembali kurikulum BAM di sekolah-sekolah.

Kurikulum ini dibutuhkan agar nilai dan karakter Minangkabau terus estafet ke setiap generasi.

"Mohon doa dan dukungan agar BAM bisa hadir lagi di sekolah-sekolah. Generasi kita butuh pondasi untuk identitas mereka sebagai orang Minang," katanya. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar