Home » Opini

Hobi jadi Pundi

Rabu, 2021-09-29 | 14:33 WIB | 121 klik
<p>Hobi jadi Pundi<p>

Dr (Cand) Silvia Permata Sari SP MP

Dosen Fakultas Pertanian Unand

Merawat tanaman hias yang trend selama pandemi menjadi hobi baru yang dapat memberikan ketenangan pikiran. Kenapa tidak ? Di masa pandemi Covid-19, banyak orang yang bosan akan keadaan yang tak lazimnya seperti saat ini, hanya berdiam dan hampir semua aktivitas dilakukan di rumah.

Mulai dari kegiatan kantor, sekolah daring, kuliah daring, bahkan hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk menatap layar laptop atau HP.

Keadaan ini dirasakan juga oleh salah satu ibu rumah tangga yang merangkap sebagai seorang pendidik dan kandidat Doktor Fakultas Pertanian Unand ini.


Wonder woman satu ini juga merasakan hal yang sama, namun kejunuhan akibat aktivitas yang terbatas di masa pandemi covid-19 ini dijadikannya moment untuk menyalurkan hobinya bertani.

Tanaman yang ditanam di pekarangan rumahnya pun beragam jenisnya, mulai dari tanaman hias seperti bunga krokot, janda bolong, Aglonema, pakis kerang, bunga kupu-kupu, hingga tanaman obat-obat seperti jahe merah, serai, dan tanaman obat kanker.

Awalnya hanya untuk konsumsi pribadi saja, tapi seiring waktu dan melihat animo masyarakat "pecinta bunga" juga semakin meningkat di masa pandemi ini, akhirnya ibu tiga anak ini menjadikan hobinya ini sebagai penghasil pundi.

Harga yang dibandrol untuk setiap bunga pun tergolong murah dan terjangkau. Mulai dari harga Rp10.000 hingga Rp100.000, tergantung ukuran pot dan jenis tanamannya. Berlatar belakang ilmu pertanian, menyalurkan hobi budidaya tanaman hias ini pun tidak terlalu susah. Hanya perlu perawatan yang telaten, tergantung jenis tanamannya.

Bagi saya pribadi, bukan untung yang besar saya cari dari berjualan bunga tersebut, tetapi ini juga bisa jadi kegiatan refreshing saya di masa pandemi ini. Hasil penjualan bunga tersebut biasanya saya berikan ke anak-anak untuk menambah isi sikoci (tabungannya).

Selain itu, hobi menanam bunga ini juga merupakan ajang pembuktian teori yang diajarkan ke mahasiswanya. Mulai dari menyediakan media, hingga praktek kewirausahaannya. Jadi, tidak hanya sekedar mengajarkan teori perkuliahan lewat zoom saja, tetapi juga sebagai bukti dari teori yang diajarkannya tersebut.

"Kalau gurunya yang mencontohkan pasti mahasiswanya lebih semangat dan termotivasi untuk bertani dan menjadikannya sebagai peluang bisnis di masa pandemi ini."

Beberapa contoh tanaman hias yang dapat dijadikan pundi, yaitu :

  • 1. Bunga Krokot

Kali ini saya, jatuh cinta dengan bunga krokot yang dikenal dengan sebutan bunga "Pukul Sembilan atau Rose Moss (Portulaca grandiflora)". Bunga ini mempunyai bentuk dan warna yang sangat cantik. Beraneka ragam warna dari bunga krokot ini, seperti merah, putih, pink, kuning, oranye, ungu, dan lain-lain.

Selain warnanya yang cantik, ukurannya yang kecil dan tidak membutuhkan perawatan ekstra menjadikannya pilihan bagi pemula yang ingin mempercantik pekarangan rumah. Umumnya bunga ini jadi primadona bagi masyarakat kota yang lahannya terbatas.

Berikut adalah klasifikasi bunga krokot :

  • Kingdom (Dunia/Kerajaan) : Plantae (Tumbuhan)
  • Divisi (Pembagian) : Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
  • Class (Kelas) : Magnoliopsida (Berkeping dua/dikotil)
  • Ordo (Bangsa) : Caryophyllales
  • Famili (Suku) : Portulacaceae
  • Genus (Marga) : Portulaca
  • Spesies (Jenis) : Portulaca oleracea L.

Tanaman ini dipelihara sebagai tanaman pinggir di taman-taman, dan terdapat dari dataran rendah sampai 1.400 mdpl. Tumbuhan semusim ini dapat tumbuh antara 15 cm -- 30 cm dengan batang basah dan sering bercabang mulai dari pangkal, batangnya tumbuh tegak atau sebagian terletak di permukaan tanah.

Daunnya tunggal, tebal berdaging, berbentuk bulat silindris dengan panjang 1-3,5 meter berujung tumpul, sedangkan bunganya berkelompok 2-8 di ujung batang, mekar pada pagi hari dan layu menjelang sore.

Cara perbanyakannya, umumnya secara vegetatif, karena bunganya jarang tumbuh menjadi buah serta menghasilkan biji. Beberapa kultivar menghasilkan biji dan berbagai kultivar baru dihasilkan dari persilangan-persilangan yang dilakukan terhadapnya.

Selain karena warnanya yang cantik-cantik, alasan lain saya menyukai bunga krokot ini karena manfaatnya bagi kesehatan. Hal tersebut dikarenakan tanaman ini mengandung beberapa zat seperti: omega-3, magnesium, mangan, zat besi, vitamin A, vitamin B, vitamin C, betacyanin, betanin sehingga dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti: sakit tenggorokan, memar, radang kulit, disentri, ambeien, diare, penurunan berat badan, penyakit lambung dan usus, mencegah stroke dan serangan jantung, menjaga kesehatan mata, dan menghambat pertumbuhan tumor dan anti kanker.

  • 2. Janda Bolong

Tanaman hias janda bolong atau Monstera adansonii atau Monstera obliqua merupakan anggota dari suku Araceae atau talas-talasan dari marga Monstera. Asal tumbuhan janda bolong adalah dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Sesuai dengan namanya, tanaman ini memiliki ciri khas, yakni daunnya yang berlubang-lubang dengan pola cantik dan menarik. Lubang-lubang pada daun janda bolong sebenarnya terbentuk karena mekanisme alami. Janda bolong bisa tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ketinggian yang cukup fantastis.

Tumbuhan janda bolong merupakan tumbuhan semi epifit atau tumbuhan yang akarnya tetap sampai tanah, merambat, dan menempel pada tumbuhan lain, pada intensitas cahaya yang rendah. Namun tumbuhan ini dapat dijadikan tanaman hias di luar (out door) maupun di dalam ruangan (indoor).

Tanaman hias tropis ini yang memiliki akar udara yang tumbuh ke bawah dari batang. Akar menyangga tanah atau terhadap penyangga yang ada, memberikan tanaman ini kecenderungan seperti tanaman merambat untuk memanjat jika memiliki penyangga yang tepat.

Karena merupakan tanaman tropis, janda bolong tumbuh paling baik dalam cahaya terang, tidak langsung, atau teduh parsial. Mereka terbiasa tumbuh subuh di bawah naungan pohon besar di hutan, dan mudah terbakar jika terkena terlalu banyak sinar matahari langsung.

Janda bolong tumbuh subur pada tanah berbahan dasar gambut, pH tanah 5,5 -7,0, kelembaban dan suhu yang tinggi. Tanaman ini suka tanah yang lembab, tetapi tidak terlalu basah (basah kuyup). Jadi, trik untuk menyiram tanaman hias yang satu ini yaitu tempelkan jari ke tanah tempat tanaman ini tumbuh.

Jika tanahnya terasa hampir kering saat disentuh, maka itu adalah waktu yang tepat untuk menyiramnya. Semakin pandai kita meniru kondisi alami tanaman ini, makan tanaman ini akan tumbuh semakin baik.

  • 3. Aglonema

Aglonema atau sri rejeki merupakan tanaman hias yang berwarna-warni dengan daun bermotif mencolok. Tanaman ini mudah sekali tumbuh, dan cocok untuk ruang tamu atau kantor, atau ruang belajar. Tanaman hias ini tumbuh subur pada ruangan dengan intensitas cahaya rendah. Tanaman ini juga berfungsi sebagai pembersih udara.

Tanaman hias yang satu ini memiliki 30 spesies dan setiap jenisnya memiliki ciri-ciri yang berbeda dan unik. Aglonema yang memiliki percikan merah muda dan kuning itu adalah jenis Harlequin, sedangkan Anyanmanee memiliki daun merah muda cerah berbintik-bintik dan bermata sedikit hijau.

Aglonema cocok dimiliki oleh pemula yang sedang belajar merawat tanaman hias di pekarangan rumah. Itu disebabkan karena perawatan dan pupuknya pun sederhana. Dari air cucian beras pun bisa dijadikan pupuk untuk tanaman aglonema ini. Air cucian beras ini tidak saja bisa digunakan untuk tanaman Aglonema, tetapi juga untuk tanaman hias yang lain. Berapa takarannya, itu tergantung kepada jumlah daun datn tinggi tanaman hias kita.

Umumnya Aglonema membutuhkan penyiraman lebih sering di musim semi dan musim panas dan lebih sedikit di musim dingin. Biasanya tanaman hias Aglonema akan memberikan tanda saat kondisi tanahnya terlalu kering dengan membiarkan daunnya terkulai (layu). Namun, ketika disiram, daunnya akan kembali tegak dan segar. Jika daunnya menguning atau batangnya lunak, itu tandanya jumlah air yang kita siram terlalu banyak.

Selain Bunga Krokot, Janda Bolong dan Aglonema, banyak jenis tanaman lainnya yang dapat kita budidayakan di rumah. Tanaman tersebut tidak hanya sebagai tanaman hias, tetapi juga bisa sebagai tanaman rempah-rempah maupun obat-obatan. (*)

Komentar

Opini lainnya

<p>Membumikan Peran Ninik Mamak di Ranah Minang Masa Kini<p> Sabtu, 27-11-2021 19:12 WIB

Membumikan Peran Ninik Mamak di Ranah Minang Masa Kini

oleh: Y. Dt. Maruhum
Penghulu di Suku Mandaliko, Jorong Piliang, Nagari Limo Kaum, Tanah Datar
<p>Haris Pratama, Kebanggaan Piaman<p> Minggu, 14-11-2021 18:59 WIB

Haris Pratama, Kebanggaan Piaman

oleh: Yohanes Wempi
Senior KNPI Sumatera Barat
<p>TREND BUDAYA NONGKRONG DI " /> Minggu, 31-10-2021 06:30 WIB

TREND BUDAYA NONGKRONG DI "KEDAI KOPI"

oleh: Silvia Permata Sari SP MP
Dosen Fakultas Pertanian Unand
<p>Pemimpin Berkomitmen itu Erman Safar<p> Jumat, 06-08-2021 23:27 WIB

Pemimpin Berkomitmen itu Erman Safar

oleh: Hamriadi SSos ST
Sekretaris JMSI Bukittinggi