Home » Opini

Inspirasi Mem Fox Menulis Buku Bertema Sastra Anak di Australia

Rabu, 2022-05-11 | 17:12 WIB | 131 klik
<p>Inspirasi Mem Fox Menulis Buku Bertema Sastra Anak di Australia<p>

Inggrid Fauzi dan Ferdinal

Mahasiswa Satra Inggris Unand

"Saya belajar sastra anak ketika di universitas dan saya harus menulis cerita anak-anak sebagai tugas," ungkap Mem Fox.

Menurut Mem Fox, setelah menerbitkan karyanya,Hush the Invisible Mouse (Possum Magic), membuat dirinya merasa seperti seorang penulis. Setelah itu, ide untuk menulis terus bermunculan, sehingga dia terus menulis hingga saat ini.

Merrion Frances Partridge, juga dikenal sebagai Mem Fox, lahir 5 Maret 1946 di Melbourne, Australia, tetapi dibesarkan di Afrika.


Dia adalah seorang novelis yang banyak menulis buku anak-anak. Pada masa-masa kuliahnya di Universitas Flinders, Mem Fox mengambil Jurusan Sastra Anak. Dia tahu banyak tentang anak-anak dan menulis banyak buku tentang itu.

Dilansir dari memfox.com, Mem Fox telah menulis kurang lebih 40 buku anak-anak termasuk novel best-seller Possum Magic (1983), Time for Bed (1993) dan Where is the Green Sheep? (2004).

Buku pertamanya, Possum Magic telah jadi mercusuar sastra anak-anak bagi jutaan keluarga Australia walaupun sudah berlalu selama 39 tahun sejak pertama kali diterbitkan.

Menerbitkan buku anak sendiri memang sudah menjadi tujuan Mem Fox dari sejak awal. Dia mengakui bahwa itu adalah semangat, perjuangan dan misinya. Semua itu ia tuangkan dalam buku-bukunya dan ditujukan pada anak-anak Australia dan di seluruh dunia.

Apa yang memotivasinya dalam menulis buku? Dia menyebutkan sang anak, Chloe.

Dia menyadari, minimnya buku tentang anak di Australia pada zaman itu sebagai sesuatu yang menginspirasi dan memotivasinya dalam menulis.

Dikutip dari wawancara Mem Fox bersama Christine Knight di Sydney Writer Festival's, Mem Fox menyebutkan inspirasinya dalam menulis Possum Magic.

"Selama bertahun-tahun saya membacakan buku untuk Chlo, saya terkejut dan kecewa dengan sedikitnya buku Australia yang tersedia untuk anak-anak Australia, jadi saya memutuskan untuk menulis buku yang sangat Australia."

"Saya menulis cerita empat setengah halaman yang disebut 'Hush the Invisible Mouse.' Dosen saya mengoceh tentang cerita saya dan mendesak saya untuk mencoba menerbitkannya," ungkap Mem Fox seputar awal karir kepenulisannya.

Mem Fox ketika itu menyadari, buku anak tidaklah banyak di Australia sehingga dia memutuskan untuk mengambil Jurusan Sastra Anak dan juga mengikuti kursus sastra anak untuk mengetahui sebanyak mungkin buku yang menarik baginya.

Pada 2013, dikutip dari interviewnya dengan Louise Owen yang dibagikan pada laman blognya, dia juga diberi pertanyaan yang sama tentang apa yang menginspirasinya dalam menulis.

Dia menyebutkan, "Saya terinspirasi oleh orang-orang yang berdiri melawan ketidakadilan, kekejaman atau kebodohan, bahkan ketika itu dapat menempatkan mereka dalam bahaya kehidupan mereka, atau dapat menyebabkan mereka kehilangan reputasi diantara keluarga dan teman-teman mereka."

Mem Fox menulis tidak hanya masalah internalnya, tapi juga memikirkan orang-orang disekelilingnya ketika menulis sebuah buku. Dia menuangkan idenya melalui peristiwa yang dilihatnya dalam kehidupan nyata.

Banyaknya ketidakadilan dari suatu kejadian yang menyebabkan kehilangan reputasi disebuah keluarga dan teman. Sebagaimana jawaban Mem Fox tentang idenya dalam menulis buku pada laman blog pribadinya memfox.com. "Kehidupan nyata; buku; dan perasaan yang paling dalam," katanya.

Ketika selesai menulis draf untuk buku pertamanya, tidaklah mudah bagi dia untuk menerbitkan novel pertamanya. Mem Fox bahkan sampai mengirimkan naskahnya ke-10 penerbit berbeda.

Hal ini menjadi salah satu alasan yang menginspirasinya untuk terus menulis ketika ia tahu rasanya ditolak banyak penerbit, sampai akhirnya penerbit yang terakhir, yaitu Omnibus Books menerima naskahnya.

Sebelum terbit, Mem Fox diminta kembali menyunting naskahnya sehingga bukunya lebih berirama dan lebih Australia. Setelah Possum Magic, Mem Fox menulis buku lainnya yang berjudul Koala Lou yang ia tulis selama dua tahun penuh dan tujuh tahun untuk menulis The Goblin and The Empty Chair.

"Mereka (suami dan orang-orang disekeliling) semua mendorong saya untuk mencoba dan mencoba lagi. Mereka pikir itu luar biasa."

Di balik kesuksesannya, ada orang-orang berharga yang selalu mendukung dan menjadi motivasi dan menginspirasi Mem Fox dalam menulis bukunya, hingga menjadikan ia seorang penulis berbakat dan terkenal di Australia.

Sehingga, Mem Fox terus berusaha mengirim naskahnya pada banyak penerbit sebagaimana membuktikan semangatnya untuk menjadi seorang penulis buku anak-anak Australia yang baik.

Ariani, mahasiswi tahun kedua Jurusan Sastra Inggris di Universitas Andalas, mendefinisikan Mem Fox sebagai, "penulis sensasional di Australia yang berfokus pada sastra anak dan banyak menerbitkan buku anak untuk dijadikan bacaan sebelum tidur."

"Karya Mem Fox sangatlah terkenal di Australia dan cara dia menulis dan meng-ilustrasikan buku-bukunya sangat menarik minat para pembaca." (*)

Komentar

Opini lainnya

<p>Aset Potensial Dilepas, DPRD Padang Pariaman Membisu<p> Sabtu, 28-05-2022 11:55 WIB

Aset Potensial Dilepas, DPRD Padang Pariaman Membisu

oleh: Dr H Aznil Mardin
Founder Rumah Kreatif
<p>Bumikan Budaya Antikorupsi Melalui Pendidikan<p> Senin, 09-05-2022 19:09 WIB

Bumikan Budaya Antikorupsi Melalui Pendidikan

oleh: Firli Bahuri
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI
<p>Budidaya Galo-galo Sebagai Penguat Ekonomi Keluarga<p> Minggu, 01-05-2022 13:52 WIB

Budidaya Galo-galo Sebagai Penguat Ekonomi Keluarga

oleh: Henny Herwina
Dosen Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas
<p>Suhatri Bur-Rahmang Gagal Rumuskan Visi Misi jadi Program Unggulan<p> Kamis, 17-03-2022 17:56 WIB

Suhatri Bur-Rahmang Gagal Rumuskan Visi Misi jadi Program Unggulan

oleh: DR H Aznil Mardin SKom MPdT
Direktur SKT Institut, Gerakan Komunitas dan Pemuda Wirausaha