Home » Opini

Berantas TB Berbasis Keluarga

Minggu, 2022-09-11 | 13:36 WIB | 122 klik
<p>Berantas TB Berbasis Keluarga<p>

dr Desi Susanti

Kepala Puskesmas Seberang Padang

PENYAKIT

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan global, termasuk juga di Indonesia.

Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi sakit TB meliputi :

  • 1. Karakteristik individu (umur, jenis kelamin, status imunisasi BCG, status gizi),
  • 2. Tingkat pajanan (konsentrasi percikan dahak dalam udara, lamanya menghirup udara tersebut) dan
  • 3. Lingkungan rumah (ventilasi, pencahayaan, kelembaban dan kepadatan hunian rumah).

Status gizi merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit infeksi termasuk penyakit TB. Tubuh mampu melawan infeksi dengan baik bila dicukupi dengan makanan bergizi dalam jumlah yang memadai.


Status gizi masa lalu anak sangat menentukan kemampuan anak untuk melawan kuman TB. Anak dengan gizi baik mampu mencegah penyebaran penyakit di dalam paru.

Namun, anak dengan gangguan gizi termasuk stunting/gangguan gizi kronis, dapat menderita penyakit paru dengan kavitas yang luas pada usia dini.

Pada daerah yang mempunyai banyak jumlah kasus TB BTA positif, maka banyak pula anak yang akan menjadi sakit TB.

Resiko untuk menjadi sakit TB paling tinggi pada usia kurang 3 tahun.

Dalam rangka Bulan penjaringan TBC, Dinas Kesehatan Kota Padang bekerjasama dengan koalisi organisasi profesi Indonesia untuk penanggulangan TBC (KOPI TB) yang dilaksanakan di Puskesmas se-Kota Padang, salah satunya Puskesmas Seberang Padang, dengan cara penemuan aktif secara intensif dan massif berbasis keluarga dan masyarakat.

Dalam kegiatan ini dilakukan penyuluhan, pemeriksaan untuk bayi dan balita yang terduga TBC dan Balita Stunting di wilayah kerja Puskesmas Seberang Padang, dengan dilakukan pemeriksaan Mantoex Test untuk anak yang terduga TBC. Pemeriksaan ini gratis tidak dipungut bayaran dan pembagian biskuit bagi Balita Stunting.

Selain pemeriksaan pada anak juga dilakukan pemeriksaan pada orang dewasa dengan dihadiri oleh dokter spesialis paru dan spesialis penyakit dalam.

Pasien juga dilakukan pemeriksaan dahak (TCM) untuk memastikan infeksi TBC paru pada pasien.

Kegiatan ini juga bekerjasama dengan dengan program Pencegahan Penyakit Tidak Menular dengan dilakukan screening usia produktif untuk menemukan penyakit terutama diabetes dan hipertensi.

Animo masyarakat sangat baik hampir 100 orang dilakukan screening. Ini merupakan salah satu upaya untuk eliminasi penyakit TBC tahun 2030. (*)

Komentar

Opini lainnya

<p>Hari Kesaktian Panca-Sila dan Sikap Generasi Muda Bangsa<p> Minggu, 02-10-2022 15:44 WIB

Hari Kesaktian Panca-Sila dan Sikap Generasi Muda Bangsa

oleh: Arie Ferdinand
Founder dan Ketua Umum DPP SGM-Papua
<p>Obstruction of Press Freedom<p> Sabtu, 01-10-2022 08:50 WIB

Obstruction of Press Freedom

oleh: Wina Armada Sukardi
Pakar Hukum dan Etika Pers, Advokat Tersumpah
<p>Waspadai Kebocoran Privasi dalam Dunia Digital<p> Senin, 26-09-2022 18:22 WIB

Waspadai Kebocoran Privasi dalam Dunia Digital

oleh: Yamsyina Hawnan
Mahasiswa Konsentrasi Jurnalistik Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Andalas
<p>Sinergitas Program Ketahanan Pangan di Desa<p> Jumat, 23-09-2022 18:14 WIB

Sinergitas Program Ketahanan Pangan di Desa

oleh: Yosnofrizal STP Dt Maruhum
Koordinator TPP P3MD Kabupaten Agam