PKS Pastikan Hak Wawako Bukittinggi Gugur jadi Calon PAW DPRD Sumbar

Al Imran | Sabtu, 15-01-2022 | 21:15 WIB | 566 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>PKS Pastikan Hak Wawako Bukittinggi Gugur jadi Calon PAW DPRD Sumbar<p>

Sekretaris Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat, Rahmat Saleh.

PADANG (15/1/2022) - Sekretaris Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat, Rahmat Saleh memastikan, H Marfendi Dt Basa Balimo tak diajukan sebagai calon pengganti antar waktu (PAW) almarhum H Rinaldi SP Dt Rajo Mangkuto yang meninggal dunia pada 25 November 2021 lalu.

Pada Pemilu 2019 lalu, dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat III yang meliputi Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, PKS meraih dua kursi untuk DPRD Sumbar. Masing-masing ditempati almarhum Rinaldi sebagai peraih suara terbanyak pertama dan H Rafdinal SH sebagai peraih suara terbanyak kedua.

"Merujuk perolehan suara Pemilu 2019 lalu, peraih suara terbanyak ketiga yakni Buya H Marfendi Dt Basa Balimo yang saat ini menjabat wakil wali kota Bukittinggi periode 2021-2024. Kita tak ajukan buya sebagai PAW, karena tak lagi memenuhi syarat," tegas Rahmat Saleh saat dikonfirmasi, Sabtu.


Tak memenuhi syaratnya Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Bukittinggi itu, ungkap Rahmat Saleh, merujuk Peraturan KPU No 6 Tahun 2017 tentang PAW anggota legislatif. (Baca: PAW Anggota Fraksi PKS DPRD Sumbar Dapil Agam-Bukittinggi, Rahmat Saleh: Surat Telah Diajukan)

Dikatakan Rahmat, dalam PKPU 6/2017 itu disebutkan tiga alasan seseorang dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk diajukan sebagai calon PAW. Yaitu, meninggal dunia, mengundurkan diri atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon sebagaimana diatur dalam UU Pemilu (Pasal 19 Ayat 1).

Kemudian, di Ayat 2 huruf (a) disebutkan, calon anggota legislatif itu tidak lagi memenuhi syarat apabila ditetapkan sebagai calon peserta dalam pemilihan kepala daerah.

"Kita ketahui, Buya Marfendi telah ditetapkan jadi calon kepala daerah pada Pemilihan Serentak 2021 lalu di Bukittinggi. Bahkan, telah ditetapkan pula sebagai calon kepala daerah terpilih. Makanya, hak beliau gugur untuk diusulkan sebagai calon PAW almarhum ustad Rinaldi," ungkap Rahmat Saleh.

Pada Pemilu 2019 lalu, PKS mengajukan delapan orang kader terbaiknya untuk bertarung memperebutkan suara rakyat. Dari dokumen Model DC-1 DPRD Provinsi KPU Sumatera Barat diperoleh data, PKS berhasil mengumpulkan 57.574 suara.

Dengan perolehan suara sebanyak itu, PKS berhak mendapatkan dua kursi dari Dapil Sumbar III dengan metode penghitungan Sainte League yang jadi metode penghitungan perolehan kursi parlemen di Pemilu 2019 lalu.

Dua kursi tersebut, ditempati dua kader peraih suara terbanyak 1 dan 2 yakni Caleg Nomor Urut 4, Rinaldi SP Dt Rajo Mangkuto dengan perolehan suara 10.488. Kursi kedua ditempati peraih suara terbanyak kedua yakni Caleg Nomor Urut 2, H Rafdinal SH dengan perolehan suara 10.338.

Sementara, peraih suara terbanyak ketiga PKS dari Dapil Sumbar III ini, ditempati Caleg Nomor Urut 1, H Marfendi Dt Basa Balimo dengan perolehan suara sebanyak 8.486. Selanjutnya, suara terbanyak keempat ditempati Caleg Nomor Urut 5, Drs H Asra Faber MM dengan 6.538 suara.

Untuk peraih suara terbanyak kelima, ditempati Caleg Nomor Urut 3, Candra Gumilarti SP (perempuan) dengan perolehan 5.904 suara. Peraih suara terbanyak keenam yakni Caleg Nomor Urut 8, Rahmiy Nailu Syahadah Lc (perempuan) dengan perolehan 2.360 suara.

Lalu, peraih suara terbanyak ketujuh ditempati Caleg Nomor Urut 6, Desmaniar Kadir SPdI (perempuan) dengan perolehan 2.175 suara dan peraih suara terbanyak kedelapan merupakan Caleg Nomor Urut 7, Nosfianra dengan 917 suara. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar